Kamis, 02 April 2020

DAMPAK COVID 19 TERHADAP PEREKONOMIAN BISNIS DI INDONESIA

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi 2
Menurut Sri mulyani, memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia bakal berada di kisaran 2,3 persen. Bahkan skenario terburuknya bisa menyentuh negatif 0,4 persen. Banyak masyarakat kalangan menengah kebawah tidak bekerja atau adapun yang bekerja tetapi penghasil menurun drastis. Selain itu ancaman kebangkrutan banyak serta pemutusan hubungan kerja para karyawan dari jenis perusahaan lainnya ikut merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Yang dimana pekerjaan atau kegiatan yang biasanya dilakukan diluar rumah secara langsung sekaran terpaksa harus dilakukan di dalam rumah. Serta ada banyak pula karyawan yang terancam pemberhentian hak kerja (PHK) karena banyak pekerjaan yang tidak memungkinkan untuk dikerjakan dirumah, seperti halnya kegiatan produksi yang bergantung pada mesin yang berada di tempat produksi.

Ditambah lagi dengan melemahnya rupiah dengan nilai tukar dollar yang menyentuh angka Rp 16,639.50. Semakin melemahkan perekonomian sekarang pada pandemik global ini. Demi melangsungkan hidup, banyak penjual yang biasa berjualan di mall kini melangsungkan hidup dengan cara berjualan online dengan memanfaatkan berbagai macam pasar online melalui aplikasi ataupun media sosial.Bahkan laporan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan terjadi penurunan dalam beberapa minggu terkahir. Indeks Harga Saham Gabungan merupakan salah satu indeks pasar saham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia.
Laporan Perubahan nilai tukar dollar, 26 Maret 2020
Menelusuri Bagaimana Dampak Virus Corona (COVID-19) Bagi Perekonomian Indonesia | IDCloudHost
Nilai tukar dollar terhadap rupiah hingga sekarang 4 April 2020 menjadi  Rp16,639.50

Masyarakat Indonesia sedang mempertimbangkan opsi alternatif, seperti belanja online atau pengiriman rumah, sudah mulai banyak orang di Indonesia yang Menghabiskan lebih banyak untuk pembelian online dalam 2 minggu terakhir, bahkan karena sudah banyak perusahaan yang memberlakukan Work From Home (WFH), banyak masyarakat yang memanfaatkan jasa Order makanan seperti GRAB FOOD dan GOFOOD sebagai jasa Pengiriman makanan yang di pesan lebih sering oleh masyarakat Indonesia dalam 2 minggu terakhir.
Sri Mulyani: Dampak Virus Corona Berat ke Perekonomian

Pariwisata merupakan sumber devisa untuk negara.
Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan pemerintah pada 18 Maret 2020, segala kegiatan di dalam dan di luar ruangan di semua sektor yang terkait pariwisata dan ekonomi kreatif ditunda sementara waktu demi mengurangi penyebaran corona.
Hal ini mengakibatkan sektor pariwisata menjadi lumpuh sementara, sehingga pengangguran semakin bertambah karena pariwisata merupakan salah satu wadah yang memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar tempat wisata maupun masyarakat dari luar. Menurut Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan, " “Jalur pariwisata jelas, distribusi dari perdagangan dan pasokan, dulu kita mungkin dua minggu terakhir kita melihat 27% impor nonmigas dari Tiongkok, 16,7% ekspor kita ke Tiongkok. Jadi apakah China akan mengendalikan dan me-recover itu akan sangat menentukan kita, dari sisi ekspor, impor dan pariwisata,”

Kebijakan lockdown pun tidak bisa diterapkan di negara ini, dimana negara ini dimana budaya kita yang berbeda, kedisiplinan kita yang berbeda. Menurut Presiden Republik Indonesia, Social Distancing wajib diterapkan untuk memutuskan rantai penyebaran virus COVID-19 ini. 

Ekonomi di Indonesia dipredilksi akan pulih pada 2021
Prospek tersebut ditopang oleh tiga elemen penting yakni sinergi, transformasi, dan inovasi. Sinergi kebijakan Bank Indonesia, Pemerintah, dan otoritas terkait akan terus diperkuat dan menjadi unsur sangat penting untuk menjaga ketahanan dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi.
Presiden Indonesia Joko Widodo mengumumkan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar akibat epidemi virus corona.Untuk meredam corona Presiden Republik Indonesia mengucurkan dana sebesar Rp 405,1 Triliun.
Berikut Rincian anggarannya :
  • Rp 75 triliun untuk bidang kesehatan
  • Rp 110 triliun untuk jaring pengaman sosial
  • Rp 70,1 triliun untuk insentif perpajakan danstimulus Kredit Usaha Rakyat
  • Rp 150 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional
 Sumber :

  1. https://sukabumiupdate.com/detail/bale-warga/opini/66831-Dampak-Pandemi-Covid-19-Pada-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia
  2. https://idcloudhost.com/menelusuri-bagaimana-dampak-virus-corona-covid-19-bagi-perekonomian-indonesia/
  3. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200401111243-532-489012/sri-mulyani-dampak-virus-corona-berat-ke-perekonomian
  4. https://economy.okezone.com/read/2020/03/28/20/2190520/komentar-sri-mulyani-soal-dampak-covid-19-ke-ekonomi-ri
  5. https://www.liputan6.com/bisnis/read/4216385/skenario-terburuk-dampak-corona-ekonomi-indonesia-tumbuh-negatif-04-persen
  6. https://www.vivanews.com/bisnis/ekonomi/43527-strategi-ekonomi-beberapa-negara-hadapi-wabah-virus-corona?medium=autonext

Tidak ada komentar:

Posting Komentar