Annealing adalah satu teknik yang dikenal dalam bidang
metalurgi, digunakan dalam mempelajari proses pembentukan kristal dalam suatu
materi. Agar dapat terbentuk susunan kristal yang sempurna, diperlukan
pemanasan sampai suatu tingkat tertentu, kemudian dilanjutkan dengan
pendinginan yang perlahan-lahan dan terkendali dari materi tersebut. Pemanasan
materi di awal proses annealing, memberikan kesempatan pada atom-atom dalam
materi itu untuk bergerak secara bebas, mengingat tingkat energi dalam kondisi
panas ini cukup tinggi. Proses pendinginan yang perlahan-lahan memungkinkan
atom-atom yang tadinya bergerak bebas itu, pada akhirnya menemukan tempat yang
optimum, di mana energi internal yang dibutuhkan atom itu untuk mempertahankan
posisinya adalah minimum.
Secara umum ada 3 hal pokok pada simulated annealing, yaitu:
a. Nilai awal untuk temperatur (T0).
Nilai T0 biasanya ditetapkan cukup besar (tidak mendekati nol),
karena jika T mendekati 0 maka gerakan simulated annealing akan sama dengan
hill climbing. Biasanya temperatur awal ini ditetapkan sebesar 2 kali panjang
suatu jalur yang dipilih secara acak.
b. Kriteria yang digunakan untuk memutuskan
apakah temperatur sistem seharusnya dikurangi.
c. Berapa besarnya pengurangan temperatur dalam
setiap waktu.
Algoritma Pencarian Lokal dan Masalah Optimisasi
Metode Hill Climbing Search
Metode ini hampir sama dengan metode pembangkitan dan pengujian,
hanya saja proses pengujian dilakukan dengan menggunakan fungsi heuristik.
Pembangkitan keadaan berikutnya sangat tergantung pada feedback
dari prosedur pengetesan. Tes yang berupa fungsi heuristik ini akan menunjukkan
seberapa baiknya nilai terkaan yang diambil terhadap keadaan-keadaan lainnya
yang mungkin(Sri Kusumadewi 2003, h. 34).
Ada dua macam metode Hill
* Climbing Search, yaitu Simple Hill Climbing
, Steepest-ascent Hill Climbing (Sri Kusumadewi 2003, h. 39).
Algoritma untuk Hill Climbing Search adalah sebagai berikut :
1. Mulai dari keadaan awal, lakukan pengujian: jika
merupakan tujuan, maka berhenti; dan jika tidak, lanjutkan dengan keadaan
sekarang sebagai keadaan awal.
2. Kerjakan langkah-langkah berikut sampai solusinya
ditemukan, atau sampai tidak ada node baru yang akan diaplikasikan pada keadaan
sekarang :
a. Cari node yang belum pernah digunakan; gunakan
node ini untuk mendapatkan keadaan yang baru.
b. Evaluasi keadaan baru tersebut.
* Jika keadaan baru merupakan tujuan, keluar.
* Jika bukan tujuan, namun nilainya lebih baik daripada keadaan
sekarang, maka jadikan keadaan baru tersebut menjadi keadaan sekarang.
* Jika keadaan baru tidak lebih baik daripada keadaan sekarang,
maka lanjutkan pencarian.
Simulated Annealing Search
Merupakan ialah suatu algoritma optimasi yang mensimulasikan
proses annealing pada pembuatan materi yang terdiri dari butir keristal/logam.
Algoritma unt untuk optimalisasi yang bersifat generic. Berbasiskan
probabilitas dan mekanika statistic,algoritma ini dapat dipakai untmencari
pendekatan terhadap solusi optimum global dari suatu permasalahn. Masalah yang
membutuhkan pendekatan simulated annealing ialah masalah-masalah optimisasi
kombinatorial, dimana ruang pencarian solusi yang ada terlalu besar, sehingga
hampir tidak mungkin ditemukan solusi eksak terhadap permasalahn itu.
Secara umum ada 3 hal pokok pada simulated annealing, yaitu:
1. Nilai awal
Unt temperature (T0). Nilai T0 biasanya ditetapkan cukup besar
(tidak mendekati 0), karena jika T mendekati 0 maka gerakan simulated annealing
akan sama dengan hill climbing. Biasanya temperature awal ini ditetapkan
sebesar 2 kali panjang suatu jalur yang dipilih secara acak.
2. Kriteria
Yang dipakai unt memutuskan apakah temperature sistem seharusnya
dikurangi.
3. Berapa besarnya pengurangan temperature dalam setiap waktu.
Local Beam Search
Local beam search adalah algoritma pencarian heuristik yangmerupakan
optimasi dari pencarian best-first search yang mengurangikebutuhan memorinya.
Dalam Beam Search, hanya jumlah solusiparsial terbaik yang telah ditetapkan
yang disimpan sebagai kandidat.
Beam Search membutuhkan tiga komponen sebagai inputnya, yaitu :
a. Masalah yang akan di selesaikan
Biasanya di tampilkan dalam bentuk grafik dan berisi kumpulan
node yang tiap satu atau lebih node mengarah ke goal/hasil.
b. Kumpulan aturan-aturan heuristik untuk pemangkasan
Adalah aturan-aturan spesifik yang mengarah ke ruang masalah dan
memangkas node yang tidak menguntungkan dari memori yang berhubungan dengan
ruang masalah.
c. Memori dengan kapasitas yang terbatas
Adalah memori tempat menyimpan beam, dimana ketika memori dalam
keadaan penuh dan node akan di tambahkan ke beam, maka node yang nilainya
paling besar yang dihapus, jadi tidak akan melebihi memori yang
tersedia.
Beam Search memiliki keuntungan yang berpotensi mengurangi
perhitungan dan waktu pencarian. Selain itu, pemakaian memori daripencarian ini
jauh lebih sedikit daripada metode yang mendasari mtode pencarian ini.
Kelemahan utama Beam Search adalah metode pencarian ini mungkin tidak
dapat mencapai tujuan/hasil yang optimaldan bahkan mungkin tidak mencapai
tujuan sama sekali. Padakenyataannya, algoritma beam search berakhir untuk dua
kasus: nodetujuan yang diperlukan tercapai, atau node tujuan tidak
tercapai dantidak ada node tersisa untuk dieksplorasi.
Genetic Algorithm
Genetic Algorithm (GA) adalah teknik pencarian dalam
bidang komputasi untuk menemukan solusi benar atau pendekatan untuk masalah
optimasi dan pencarian. Teknik dalam GA didasarkan pada
biologi evolusioner seperti pewarisan, mutasi, seleksi dan crossover.
Dalam GA biasanya ada 2 hal yang harus
didefinisikan:
1. Representasi genetis dari domain solusi
2. Fungsi fitness untuk mengevaluasi solusi domain.
Hal-hal yang harus dilakukan untuk menggunakan algoritma
genetika:
1. Mendefinisikan individu, dimana individu menyatakan
salah satu solusi (penyelesaian) yang mungkin dari permasalahan yang diangkat.
2. Mendefinisikan nilai fitness, yang merupakan ukuran baik
tidaknya sebuah individu atau baik tidaknya solusi yang didapatkan.
3. Menentukan proses pembangkitan solusi awal. Hal ini
biasanya dilakukan dengan menggunakan pembangkitan acak seperti random walk.
4. Menentukan proses seleksi yang akan digunakan.
5. Menentukan proses perkawinan
silang (cross over) dan mutasi gen yang akan digunakan.
Download powerpoint : Pencarian Berbentuk (Heuristic Search) dan Eksplorasi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar